Monday, March 17, 2014

Cara Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Belajar seringkali dianggap sebagai hal yang menakutkan atau malah tidak disukai. Hal ini dikarenakan terkadang anak mendapat pengalaman buruk saat belajar, seperti dimarahi atau dipukul. Jadi, wajarlah jika anak tidak suka belajar. Berarti tugas kita sebagai seorang pengajar atau pendidik anak adalah bagaimana membuat anak dapat senang belajar. Lebih penting membuat anak senang belajar daripada memiliki nilai bagus. Anak yang senang belajar umumnya memiliki nilai yang baik. Anak bisa saja memiliki nilai yang baik walau dengan sikap terpaksa. Namun, biasanya itu tidak akan bertahan lama.

Sekarang bagaimana orangtua di rumah dapat mendampingi anak belajar di rumah sekaligus membuat pembelajaran terasa menyenangkan? Berikut, Kidtozz jabarkan tips yang dikutip dari artikel berjudul sama yang ditulis oleh Pusat Konseling dan Pelatihan IPEKA:

1. Berikan teladan yang baik
Untuk mengembangkan kebiasaan anak senang belajar, jadilah orangtua yang juga memiliki kebiasaan senang belajar, seperti membaca. Contoh lain yang dapat dilakukan, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak.

2. Sikap yang positif dan suportif
Jangan terlalu sering mengkritik dan memarahi anak. Bila Anda sering melakukan demikian, anak akan merasa dirinya negatif. Coba perbanyak mengucapkan kata-kata positif, seperti pujian agar dapat mengembangkan diri anak.

3. Bantulah anak memilih waktu belajar yang tepat
Jangan meminta anak untuk belajar ketika kondisinya sedang lelah, ngantuk, atau marah-marah. Bila dipaksakan, anak juga akan sulit berkonsentrasi. Pilihlah waktu yang tepat untuk anak belajar, contohnya waktu sehabis mandi atau tidur siang.

4. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah
Otak akan bekerja dengan optimal ketika berada dalam kondisi yang menyenangkan. Oleh karena itu, ciptakan kondisi ruangan atau tempat belajar yang nyaman di rumah. Gunakan meja belajar yang menarik disertai penerangan yang cukup. Tetapi, jangan gunakan tempat tidur sebagai tempat belajar. Orang cepat ngantuk kalau belajar di tempat tidur karena tempat tidur sering dipersepsikan sebagai tempat untuk tidur.

5. Kenali gaya belajar anak
Kenali gaya belajar anak, apakah gaya auditori (belajar dengan cara mendengarkan), gaya visual (belajar dengan cara melihat), atau kinestetik (belajar dengan cara melakukan). Apabila anak belajar dengan gaya yang tidak sesuai, anak akan sulit mencerna bahan pelajarannya.

6. Berikan jeda waktu dalam belajar
Berikan jeda waktu atau waktu istirahat setelah belajar selama 20 menit. Karena rentang konsentrasi anak tidak seperti orang dewasa. Setelah 20 menit belajar, anak biasa mulai jenuh dan konsentrasinya menurun. Berikan waktu 1-2 menit untuk memulihkan kembali daya konsentrasinya.

7. Bantulah anak untuk mendapatkan pengalaman berhasil dalam mengerjakan tugas-tugasnya
Anak-anak perlu mendapat pengalaman berhasil dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Pengalaman berhasil ini dapat menumbuhkan semangat belajar anak. Bagaimana caranya agar anak bisa mendapatkan pengalaman berhasil? Mintalah anak mengerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu. Anak-anak akan lebih termotivasi mengerjakan soal-soal berikutnya karena telah berhasil mengerjakan soal sebelumnya. Lalu, bagaimana dengan soal-soal yang sulit? Prinsipnya sama. Bantulah anak mendapatkan pengalaman berhasil tersebut. Ulangilah mengerjakan soal-soal yang sulit beberapa kali sampai ia dapat mengerjakannya sendiri tanpa dibantu.