Tuesday, August 12, 2014

Mengajarkan Kasih Sayang Melalui Kata-Kata

Sumber: anneahira.com
Kata-kata memiliki pengaruh kuat bagi anak. Kata-kata yang keluar dari mulut kita sebagai orangtua dapat secara langsung maupun tidak membentuk perilaku, emosi, serta kepribadian anak.

Di awal kehidupan anak-anak, emosi dan perilaku adalah kekuatan yang dominan dalam tumbuh kembang mereka. Namun, di saat anak-anak mengembangkan keterampilan kognitif (berpikir) dan verbal (berbicara) mereka, kata-kata mulai memainkan peran utama dalam kehidupan mereka.

Kita dapat melihat saat ini kejahatan bisa terjadi di mana-mana. Sebagai orangtua, kita dapat memilih apakah ingin anak-anak kita kelak sebagai bagian dari masalah itu atau tidak. Kejahatan seringkali disebabkan oleh perasaan benci, dengki, atau dendam. Dengan kata lain, kekurangan kasih sayang.


Sebagai orangtua, kita tentu dapat mulai mengajarkan nilai-nilai kasih kepada anak dengan kata-kata yang bermuatan cinta dan kasih sayang. Kita dapat menggunakan kata-kata untuk membantu anak-anak untuk menghargai dan menanamkan nilai kasih sayang di dalam pikiran dan kehidupan mereka sehari-hari.

Kita tidak perlu menggunakan kata-kata yang terlalu panjang. Tetapi cukup menggunakan kata-kata yang singkat, misalkan, "berbagi adalah kepedulian." Maka, ketika anak bertanya, "Mengapa aku harus berbagi?" Jawabannya adalah, "Karena kamu harus peduli." Mengajarkan berbagi kepada anak dapat mengurangi keegoisan mereka di samping mengajarkan anak tentang kasih dan kepedulian.

Masalah klasik anak adalah pertengkaran. Seringkali anak-anak bertengkar kemudian dilanjutkan dengan aksi pemukulan. Hal ini jelas tidak baik. Namun, kita harus mengajarkan kepada anak untuk meminta maaf. Tak jarang anak merasa enggan untuk meminta maaf. Tentu, sebagai orangtua kita bisa mengatakan kepada mereka bahwa meminta maaf adalah perbuatan baik. Oleh sebab itu, kata-kata yang dapat digunakan adalah "Maaf adalah perbuatan baik".

Kasih sayang dapat muncul dari empati, sehingga kita dapat menanamkan kepada anak dengan kata-kata sebagai berikut: "Rasakan apa yang mereka rasakan". Setiap kali anak kita melakukan sesuatu yang tidak baik, misalnya, tidak mau berbagi kue atau mainannya, mari berkata bertanya kepadanya, "Bagaimana perasaanmu, Nak jika kamu ingin bermain dengan mainan temanmu, tapi dia tidak ingin berbagi denganmu?" dan "Bagaimana perasaan temanmu jika kamu mau berbagi dengan dia?"

Masih banyak lagi, kata-kata lain yang dapat kita gunakan untuk mengajarkan nilai kasih sayang kepada anak. Karena itu, mulailah lebih sering menggunakan kata-kata yang positif. Jangan remehkan kata-kata. Kalau kita sebagai orangtua dapat menggunakan kata-kata yang tepat, anak-anak kita kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh cinta dan kasih.

Thursday, May 15, 2014

Selamat Hari Waisak

Kidtozz mengucapkan Selamat Hari Waisak bagi umat yang merayakan.


Semoga berkah Waisak memberikan kedamaian dan ketenteraman bagi kita semua.
Sabbe satta bhavantu sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

Thursday, May 8, 2014

Lonceng Kucing

Alkisah di suatu kota kecil, ada banyak sekali toko yang menjual makanan. Di kota itu juga ada banyak sekali tikus yang tinggal di sana. Kehadiran tikus membuat resah seorang penjual toko. Tikus-tikus itu seringkali diam-diam mengambil makanan yang ia jual. Maka dari itu, si penjual toko memutuskan membeli seekor kucing untuk menjaga makanan-makanannya.

Kucing ini dengan senang hati memburu setiap tikus yang datang dan melahapnya. Kali ini giliran para tikus yang mulai resah. Mereka tak bisa berkeliaran dengan bebas. Mereka takut bila bertemu dengan si kucing.

Para tikus lalu berkumpul membahas persoalan yang terjadi. "Kita harus cari akal bagaimana kita dapat terhindar dari kucing ini. Adakah yang bisa memberikan saran terbaik?" tanya seekor tikus.

Seekor tikus yang paling cerdas di antara mereka lalu memberikan saran, "Kucing dapat bergerak tanpa
Sumber: blog.rozee.pk
suara. Itulah masalahnya. Tetapi, kita bisa mengatasinya. Kita gantungkan sebuah lonceng ke leher kucing itu. Jadi, setiap kali kita mendengar suara lonceng, artinya kita tahu bahwa kucing itu sedang berada di dekat kita."

"Bagus, bagus. Itu saran yang sangat bagus!" seru tikus-tikus lainnya. Mereka lalu bersorak. Tetapi, tak lama kemudian sorak-sorai itu berhenti setelah ada seekor tikus yang tua berbicara, "Jadi, siapakah yang bersedia menggantungkan lonceng itu?"

Terjadi keheningan yang panjang. Tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan tikus tua tersebut. Tidak ada satu pun yang mengajukan diri menggantungkan lonceng itu.

Pesan moral cerita: Sebaik apa pun suatu strategi, jika tidak dilaksanakan, tak ada artinya sama sekali.

Tuesday, April 29, 2014

Cara Mengatasi Persaingan Antarsaudara Kandung

Sumber: www.cnn.com
Sesama saudara harusnya saling menyayangi, namun yang terjadi malahan mereka lebih banyak saling bertengkar dan mengejek. Mereka juga enggan bermain bersama. Mereka juga enggan berbagi makanan atau barang. Lalu, orangtua bertanya-tanya, "Mengapa mereka tidak bisa akur?"

Dalam dunia psikologi, ada dikenal istilah sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung. Persaingan antarsaudara kandung dijelaskan sebagai pertengkaran dan kecemburuan di antara sesama saudara yang menimbulkan konflik.

Bila sebelumnya Kidtozz sudah membahas penyebab munculnya persaingan antarasaudara kandung, lalu bagaimana cara orangtua dapat mengatasinya?

1. Doronglah anak untuk saling mengungkapkan rasa kasih sayang
Ajari anak untuk mengungkapkan rasa sayang langsung melalui tindakan nyata, contohnya membantu adik membereskan mainan, memberi hadiah kepada kakak/adik pada hari ulang tahunnya, membantu kakak mencuci sepeda, dan sebagainya. Orangtua juga bisa memberi tugas kepada anak-anak supaya dapat dikerjakan bersama-sama, misalnya hari ini kakak dan adik membersihkan kamar kakak, esoknya gantian kakak dan adik membersihkan kamar adik. Anak tidak bisa hanya disuruh menyayangi, mereka harus diajar dan dikondisikan bagaimana situasi menyayangi itu.

2. Jangan membanding-bandingkan
Jangan bandingkan kelebihan atau kekurangan anak yang satu dengan anak yang lainnya. Sadari setiap anak memiliki kelebihan, kekurangan, dan keunikan masing-masing. Orangtua harus dapat menghargai perbedaan itu. Lalu, hindari juga memuji atau mengkritik anak di depan saudaranya supaya si anak tidak berpandangan negatif terhadap dirinya.

3. Maksimalkan potensi anak
Setiap anak memiliki kehebatan atau keunggulannya masing-masing. Si kakak pintar matematika, sementara si adik lebih pintar olahraga. Daripada memaksakan setiap anak punya kehebatan yang sama, lebih baik orangtua mengembangkan potensi atau kelebihan masing-masing anak. Si kakak dimasukkan ke ajang perlombaan matematika, sementara si adik dimasukkan ke perlombaan olahraga.

4. Tanamkan rasa saling memiliki
Rasa saling memiliki perlu ditanamkan sedini mungkin bahkan sebelum kehadiran adik atau sejak adik dalam kandungan. Bagaimana caranya?
- Tanamkan rasa bangga menjadi seorang kakak
- Libatkan kakak untuk berperan serta dalam membantu adik sehingga menimbulkan rasa saling memiliki antara kakak dan adik, bukan persaingan
- Ajari juga si adik untuk menghormati kakaknya
- Ingatkan mereka bahwa teman dapat datang dan pergi, tetapi saudara kandung adalah teman yang akan mereka miliki selamanya. Oleh sebab itu, mereka harus saling menyayangi dan menjaga

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh orangtua jika anak-anak bertengkar? Orangtua harus bijaksana dan berhati-hati dalam menanggapi pertengkaran anak-anak. Tidak boleh langsung membela salah satu anak sebelum kita sendiri mengetahui persoalannya. Cara untuk mengatasi pertengkaran anak adalah:
- Jangan selalu terlibat dengan pertengkaran/konflik anak-anak
- Biarkan mereka sendiri belajar untuk menyelesaikan sendiri masalah di antara mereka
- Jangan langsung menghakimi atau membela salah satu
- Untuk sementara pisahkan dulu mereka. Setelah suasana hati mulai mereda dari kejengkelan, barulah kita bisa menginvestigasi anak satu per satu untuk mengetahui duduk persoalannya
- Orangtua juga bisa memberikan hukuman untuk kedua belah pihak, misalnya "Tidak ada waktu untuk bermain untuk kalian berdua hari ini!" Hukuman untuk kedua belah pihak akan mengajarkan anak bahwa pertengkaran tidak membawa keuntungan salah satu dari mereka.

Friday, April 18, 2014

Selamat Hari Jumat Agung

Sumber: www.bms.co.in

Selamat merayakan Hari Jumat Agung bagi umat yang merayakan


Yesus berkata kepadanya, "Akulah kebangkitan dan kehidupan. Barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan tetap hidup, walaupun ia sudah mati." 
(Yohanes 11:25)

Thursday, April 17, 2014

Persaingan Antarsaudara Kandung: Apa dan Penyebab

Papa Mama ingin memberikan adik untuk si kakak agar si kakak tidak kesepian di rumah, karena si kakak bermain sendiri saja di rumah. Eit, apakah benar dengan memberikan adik untuk si kakak, mereka berdua bisa menjadi teman yang baik dan akrab, atau justru menjadi saling benci? Wah, wah. Kalau sampai keduanya lebih banyak bertengkar daripada berteman, tentu yang pusing adalah Papa Mama. Untuk itu, persiapan agar sang kakak menyambut gembira kehadiran adik amat penting.

Sumber: www.multiplemayhemmamma.com
Tetapi, tetap saja pertengkaran antarsaudara sulit untuk dihindari. Dengan lebih dari satu anak di dalam
rumah, pasti akan terjadi perdebatan, perselisihan, atau apa pun bentuk konfliknya. Pertengkaran antarsaudara di dalam satu rumah merupakan hal yang wajar. Anak-anak selalu berusaha untuk lebih unggul daripada yang lain. Namun, pertengkaran yang terus-menerus dipupuk sejak kecil sampai dewasa menjadi sesuatu yang tidak sehat. Kelak ketika besar, anak-anak itu akan selalu iri hati, bersaing, bahkan merasa tidak nyaman jika saling berdekatan.

Persaingan semacam ini dikenal dalam istilah sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung. Persaingan antarsaudara kandung sebetulnya baik untuk mengajarkan anak-anak untuk belajar mengenali satu sama lain, saling berbagi, mengalah, dan mengatasi konflik. Tetapi, kadang kala persaingan antarsaudara kandung justru membawa stres bagi orangtua. Persaingan antarsaudara yang diwarnai kebencian, kekerasan, atau kemarahan tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Lalu, apa sajakah hal-hal yang dapat menimbulkan persaingan antarsaudara kandung? Ada dua penyebab, yaitu penyebab dari dalam diri anak (internal) dan penyebab dari luar diri anak (eksternal).

Penyebab internal merupakan penyebab-penyebab yang tumbuh dan berkembang di dalam diri anak, seperti temperamen, sikap anak, perbedaan usia, perbedaan jenis kelamin, dan ambisi anak untuk mengalahkan anak yang lain. Penyebab eksternal dikarenakan kesalahan orangtua dalam mendidik anak, seperti membanding-bandingkan atau lebih memerhatikan salah satu anak, sementara mengabaikan yang lain.

Anak-anak sangat tergantung pada cinta dan kasih sayang orangtua. Ketika orangtua membagikan rasa cinta dan kasih sayang secara tidak adil, anak akan menlancarkan protes dengan perilaku-perilaku sulit, seperti permusuhan, kebencian, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, meminimalisasi atau mengurangi terjadinya persaingan antarsaudara kandung adalah salah satu tugas dari orangtua.

Thursday, April 10, 2014

Sang Ratu Hutan dan Seekor Monyet

Alkisah, Sheba sang ratu hutan sangat menyukai yang namanya bayi. Pada suatu hari, ia membuat pengumuman, "Saya perintahkan seluruh binatang untuk datang ke istanaku membawa bayi-bayi mereka. Binatang yang memiliki bayi paling cantik akan diberikan hadiah." Beberapa lama kemudian, semua binatang hadir ke istana Sheba dengan membawa serta bayi-bayi mereka.

Sheba lalu melihat satu per satu bayi para binatang yang datang. Ketika tiba saatnya ia melihat bayi seekor monyet, ia lalu berkata, "Betapa buruknya bayi ini! Kamu tidak akan mendapat hadiah."

Bayi monyet itu lalu menangis setelah mendengar perkataan sang ratu. Induk monyet tersebut lantas berkata, "Dasar ratu bodoh! Siapa juga yang mau hadiahnya! Kamu adalah permataku, anakku sayang, kamu lebih mulia dari apa pun yang ada di dunia ini."

Moral cerita: Cinta seorang Ibu sungguh besar dan tak ada bandingannya.

Monday, April 7, 2014

Agar Kakak Menyambut Bahagia Kehadiran Adik

Sumber: www.wallcoo.net
Kehadiran seorang adik tidak selalu membuat si kakak menjadi gembira. Si kakak bisa saja merasa terancam pada saat adiknya lahir, karena sebelumnya ia merupakan pusat perhatian keluarga, namun setelah adiknya lahir, ia menjadi terabaikan. Selain itu, akan muncul larangan baru untuk kakak dikarenakan kehadiran adik. Misalnya, kakak tidak boleh berisik pada saat adik tidur, kakak tidak boleh mengompol karena sudah besar, atau kakak harus tidur sendiri karena mama sibuk menemani adik. Kakak yang dulunya dekat dengan orangtuanya sekarang menjadi lebih sering dimarahi sesudah lahirnya adik. Hal-hal seperti ini bisa membuat kakak cemburu dengan adik atau lebih jauh lagi, kakak bisa memendam kebencian pada adik.

Wah, kalau kakak bersikap begitu kepada si adik, hubungan antarsaudara kandung pasti terasa tidak nyaman. Tentu saja, orangtua pasti yang kepusingan.

Sebelum si kakak belum memiliki adik, orangtua sebetulnya sudah bisa memulai berbagai macam cara agar kakak bisa menerima kehadiran adik. Cara-cara tersebut antara lain: - Berikan pengertian kepada kakak bahwa sesama saudara harus saling mendukung dan menyayangi
- Ketika adik masih berada dalam perut Ibu, tempelkan telinga si kakak ke perut Ibu agar ia juga dapat merasakan gerakan-gerakan adiknya
- Ceritakan kepada si kakak bagaimana dulu si kakak tumbuh dalam perut Ibu dan betapa bahagianya Ayah dan Ibu menyambut kelahirannya
- Ajak kakak membeli barang-barang keperluan bayi (adik) agar menanamkan rasa memiliki kakak terhadap adik
- Ceritakan kepada kakak tentang kenyataan yang terjadi saat adik telah lahir, seperti Ibu akan sangat sibuk karena bayi sering menangis supaya kakak tidak kaget saat hal itu terjadi
- Berikan pengertian bahwa kehadiran adik dapat menjadi teman bermain dan tempat berbagi suka dan duka
- Orangtua dapat menunjukkan foto si kakak pada waktu masih bayi dan ceritakan kejadian membahagiakan seputar kelahirannya

Tuesday, April 1, 2014

Anjing dan Bayangannya

Seekor anjing mendapatkan sepotong daging. Ia menggigit sepotong daging itu di mulutnya. Ia hendak memakannya sesampainya ia pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan, ia harus melewati sebuah jembatan yang terbentang di atas sungai. Ketika sudah berada di atas jembatan, ia menengok ke dalam sungai. Di dalam sungai itu, ia melihat ada sosok makhluk yang tidak dikenalnya. Makhluk itu sama seperti dirinya, ia juga menggigit sepotong daging di mulutnya.


Muncul rasa tamak di dalam diri anjing ini. Ia juga menginginkan sepotong daging yang digigit makhluk dalam sungai itu. Ia lalu melompat dan menceburkan diri ke dalam sungai. Ia membuka mulutnya dan menerkam makhluk dalam sungai itu.

Apa yang terjadi? Daging yang ada di mulutnya terjatuh ke dalam sungai dan menghilang. Anjing ini tidak menemukan siapa pun di dalam sungai. Ia baru tersadar, makhluk dalam sungai itu hanyalah bayangan dirinya. Betapa bodohnya anjing ini!

Pesan moral cerita: Keserakahan bisa membuatmu kehilangan sesuatu lebih banyak 

Baca juga cerita Kancil dan Harimau

Monday, March 17, 2014

Cara Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Belajar seringkali dianggap sebagai hal yang menakutkan atau malah tidak disukai. Hal ini dikarenakan terkadang anak mendapat pengalaman buruk saat belajar, seperti dimarahi atau dipukul. Jadi, wajarlah jika anak tidak suka belajar. Berarti tugas kita sebagai seorang pengajar atau pendidik anak adalah bagaimana membuat anak dapat senang belajar. Lebih penting membuat anak senang belajar daripada memiliki nilai bagus. Anak yang senang belajar umumnya memiliki nilai yang baik. Anak bisa saja memiliki nilai yang baik walau dengan sikap terpaksa. Namun, biasanya itu tidak akan bertahan lama.

Sekarang bagaimana orangtua di rumah dapat mendampingi anak belajar di rumah sekaligus membuat pembelajaran terasa menyenangkan? Berikut, Kidtozz jabarkan tips yang dikutip dari artikel berjudul sama yang ditulis oleh Pusat Konseling dan Pelatihan IPEKA:

1. Berikan teladan yang baik
Untuk mengembangkan kebiasaan anak senang belajar, jadilah orangtua yang juga memiliki kebiasaan senang belajar, seperti membaca. Contoh lain yang dapat dilakukan, luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak.

2. Sikap yang positif dan suportif
Jangan terlalu sering mengkritik dan memarahi anak. Bila Anda sering melakukan demikian, anak akan merasa dirinya negatif. Coba perbanyak mengucapkan kata-kata positif, seperti pujian agar dapat mengembangkan diri anak.

3. Bantulah anak memilih waktu belajar yang tepat
Jangan meminta anak untuk belajar ketika kondisinya sedang lelah, ngantuk, atau marah-marah. Bila dipaksakan, anak juga akan sulit berkonsentrasi. Pilihlah waktu yang tepat untuk anak belajar, contohnya waktu sehabis mandi atau tidur siang.

4. Ciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah
Otak akan bekerja dengan optimal ketika berada dalam kondisi yang menyenangkan. Oleh karena itu, ciptakan kondisi ruangan atau tempat belajar yang nyaman di rumah. Gunakan meja belajar yang menarik disertai penerangan yang cukup. Tetapi, jangan gunakan tempat tidur sebagai tempat belajar. Orang cepat ngantuk kalau belajar di tempat tidur karena tempat tidur sering dipersepsikan sebagai tempat untuk tidur.

5. Kenali gaya belajar anak
Kenali gaya belajar anak, apakah gaya auditori (belajar dengan cara mendengarkan), gaya visual (belajar dengan cara melihat), atau kinestetik (belajar dengan cara melakukan). Apabila anak belajar dengan gaya yang tidak sesuai, anak akan sulit mencerna bahan pelajarannya.

6. Berikan jeda waktu dalam belajar
Berikan jeda waktu atau waktu istirahat setelah belajar selama 20 menit. Karena rentang konsentrasi anak tidak seperti orang dewasa. Setelah 20 menit belajar, anak biasa mulai jenuh dan konsentrasinya menurun. Berikan waktu 1-2 menit untuk memulihkan kembali daya konsentrasinya.

7. Bantulah anak untuk mendapatkan pengalaman berhasil dalam mengerjakan tugas-tugasnya
Anak-anak perlu mendapat pengalaman berhasil dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Pengalaman berhasil ini dapat menumbuhkan semangat belajar anak. Bagaimana caranya agar anak bisa mendapatkan pengalaman berhasil? Mintalah anak mengerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu. Anak-anak akan lebih termotivasi mengerjakan soal-soal berikutnya karena telah berhasil mengerjakan soal sebelumnya. Lalu, bagaimana dengan soal-soal yang sulit? Prinsipnya sama. Bantulah anak mendapatkan pengalaman berhasil tersebut. Ulangilah mengerjakan soal-soal yang sulit beberapa kali sampai ia dapat mengerjakannya sendiri tanpa dibantu.
 

Thursday, February 20, 2014

Mengungkapkan Cinta Kepada Anak

Bulan Februari identik dengan bulan cinta, bulan kasih sayang. Karena di bulan Februari ada satu tanggal yang kerap dirayakan sebagai Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari.

Dekorasi warna pink atau simbol hati kemudian merebak di berbagai tempat hiburan. Penjualan cokelat dan bunga melonjak drastis. Hari Valentine sering menjadi harinya anak muda.

Apakah cinta perlu dirayakan di hari tertentu? Apakah cinta hanya ditujukan untuk pasangan kekasih?

Sumher gambar: http://www.sheknows.com
Ayah, Ibu... Sebagai orangtua kita juga perlu mengungkapkan cinta atau kasih sayang kepada anak-anakkita. Namun, kebanyakan orangtua sungkan mengatakan "Papa/Mama sayang kamu" dikarenakan pengalaman masa lalu mereka sendiri. Kebanyakan orangtua dulunya ketika kanak-kanak tidak pernah mendapatkan ungkapan sayang dari orangtua mereka sehingga mereka tidak perlu mengatakannya kepada anaknya juga. Padahal, mengatakan "Papa/Mama sayang kamu" kepada anak kita adalah perlu agar anak merasa yakin dirinya dicintai.

Selain mengungkapkan rasa cinta secara lisan, Meri Wallace dalam artikelnya menyebutkan beberapa cara orangtua dalam mengemukakan cinta kepada anak-anak:

1. Pastikan meluangkan waktu sejenak dengan anak-anak kita, meski hanya duduk di sampingnya selama beberapa menit. Jangan lupa tanyakan, "Hari ini ngapain saja, Nak?" sebagai tanda perhatian orangtua terhadap anak. Ingatlah bagi seorang anak, waktu kebersamaan adalah bentuk perhatian, dan perhatian adalah bentuk cinta.

2. Berikan sentuhan fisik seperti pelukan, kecupan, atau tepukan di bahunya untuk menunjukkan seberapa dekatnya kita sebagai orangtua dengan anak-anak kita.

3. Sesibuk apa pun pekerjaan kita sebagai orangtua, selalu ambil waktu sebentar untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan anak kepada diri kita. Jika memang saat itu Ayah/Ibu sedang sangat sibuk, beritahukan kepada mereka, "Papa/Mama ingin mendengarkan kamu, tetapi kasih Papa/Mama waktu untuk menyelesaikan pekerjaan Papa/Mama dulu ya."

4. Pujilah anak kita sesering mungkin, khususnya untuk kelakuan baik mereka. Pujian dapat menambah kepercayaan diri anak.

5. Selalu berterima kasihlah kepada anak untuk perbuatan kecil yang mereka lakukan, seperti "Terima kasih ya sudah mengambilkan tas Papa." Ungkapan terima kasih kepada anak akan menunjukkan bahwa anak merasa dia adalah anak yang baik. Dan menjadi anak yang baik berarti anak merasa dicintai.

6. Katakan maaf apabila kita secara sengaja atau tidak telah melukai perasaan anak. Kebanyakan orangtua enggan mengatakan maaf karena mereka tidak berani bertanggung jawab atas kesalahan mereka. Kebanyakan orangtua takut bila mereka mengaku salah artinya mereka telah menjadi orangtua yang buruk. Padahal dengan mengakui salah, artinya kita sebagai orangtua menunjukkan betapa kita peduli dengan perasaan/perbuatan kita sendiri.

7. Berilah kejutan kepada anak-anak kita seseskali untuk menyenangkan mereka. Kejutan itu dapat berupa sesuatu yang mereka senangi.

Wednesday, February 12, 2014

Ahli Membaca Bintang

Sumber gambar: www.ceritakecil.com
Hiduplah seorang ahli membaca bintang yang menghabiskan waktunya melihat susunan bintang-bintang di angkasa. Setiap malam, dia selalu melihat bintang-bintang dan meramalkan apa yang terjadi di masa depan.

Pada suatu malam, saat dia sedang berjalan sambil melihat bintang, tiba-tiba dia terpleset dan masuk ke dalam lubang. Dia pun langsung menjerit. Jeritannya terdengar oleh seseorang yang kebetulan lewat. Orang ini lalu menolong si ahli perbintangan keluar dari lubang.

Kemudian, dia bertanya, "Bagaimana bisa kamu  terjatuh ke dalam lubang?" Si ahli membaca bintang ini menjawab, "Saya terlalu sibuk melihat bintang-bintang sampai lupa melihat ada lubang di bawah sana."

Orang yang membantu ahli membaca bintang ini berkata lagi, "Apalah gunanya melihat bintang-bintang di atas, tetapi kamu gagal melihat apa yang ada di bawah kakimu? Lebih baik kamu memperhatikan apa yang ada di hadapanmu daripada meramalkan apa yang terjadi di masa depan."

Setelah mendengar itu, dengan rasa malu si ahli membaca bintang ini menyetujui apa yang dikatakan oleh orang tersebut.

Pesan moral: Lebih baik memperhatikan atau mengurusi kenyataan yang ada di depan daripada masa depan yang belum jelas.

Friday, January 31, 2014

Selamat Tahun Baru Imlek 2565

Kidtozz mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2565 kepada mereka yang merayakan

Xin Nian Guai Le
Selamat Tahun Baru
Gong Xi Fa Cai
Semoga Rezeki Berlimpah

Semoga di tahun Shio Kuda kita mendapatkan berkah kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan


Wednesday, January 29, 2014

Usaha Pencegahan Banjir

Di bulan Januari ini, hujan turun deras sekali hingga menimbulkan banjir di mana-mana. Wah, sekolah Adik-adik pasti ada yang diliburkan akibat banjir. Jangan senang dulu. Memang Adik-adik tidak perlu belajar. Tetapi, akibat banjir juga, Adik-adik jadi tak bisa ke mana-mana. Tak bisa ke mall, tak bisa ke taman, tak bisa ke rumah saudara. Hanya bisa terus-terusan di rumah. Apakah senang? Tidak kan ya...

Apa penyebab datangnya banjir? Apakah karena hujan saja? Hmm... sepertinya tidak Adik-adik. Banjir memang bisa muncul karena hujan yang turun dengan sangat deras. Tetapi, banjir juga bisa terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri, seperti sampah yang menumpuk di selokan atau sungai atau penebangan hutan.

Hujan tak bisa kita cegah. Tetapi, sampah yang menumpuk di sungai dapat kita atasi. Kota Jakarta adalah milik warga kota Jakarta. Sudah seharusnya setiap warga menjaga kebersihan kota ini. Berikut ini ada sejumlah usaha sederhana agar terhindar dari banjir:

1. Membersihkan selokan atau got dari sampah atau kotoran lainnya
Selokan yang tidak bersih akan menghambat aliran air menuju ke sungai. Air dari selokan bisa meluap dan masuk ke rumah.

Selokan penuh sampah dapat membuat aliran air tidak lancar. Sumber gambar: nailafithria.blogspot.com




Kerja bakti membersihkan selokan. Sumber gambar: www.radar-karawang.com
2. Buanglah sampah pada tempatnya (tidak ke selokan/got, ke sungai, atau ke jalan raya)
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya adalah kebiasaan yang harus dibiasakan sejak kecil. Sampah yang dibuang ke selokan, sungai, atau di sembarang tempat adalah akar permasalahan utama banjir sering terjadi. Mari biasakan membuang sampah di tempat semestinya, dimulai dari diri kita sendiri, lalu tularkan ke anak-anak kita.
 
Sumber gambar: hedisasrawan.blogspot.com

Sumber gambar: komikmuslimah.blogspot.com
3. Lakukan penghijauan di halaman rumah
Jangan ubah halaman rumah menjadi beton. Tetapi, tanamilah dengan tanaman-tanaman hias atau tanami pohon. Tumbuhan hijau dapat menyerap air yang turun dari hujan.

Sumber gambar: www.rimanews.com

Monday, January 20, 2014

Pelajaran Berharga Dari Seekor Laba-Laba Kecil

Alkisah, seorang Raja ingin merebut kembali negerinya yang sedang dikuasai oleh seorang penguasa. Raja ini lalu bertempur dengan penguasa tersebut. Sayang sekali, Raja ini kalah dari pertempuran itu akibat tentaranya kalah jumlah. Kekalahan itu membuat Sang Raja syok. Sang Raja juga menjadi stres. Semangat hidupnya menghilang. Dia memilih untuk bersembunyi di suatu tempat dan tidak mau menampakkan wajahnya lagi di hadapan orang lain.

Pada suatu hari, Sang Raja mengambil tempat persembunyian di sebuah gua. Ketika dia menatap langit-langit
gua, dia melihat sebuah peristiwa menarik. Dia melihat ada seekor laba-laba kecil sedang membangun sarangnya di langit-langit gua. Laba-laba itu merayap dari dinding ke dinding, dan dengan lincah menghubungkan benang demi benang yang ia keluarkan dari tubuhnya. Tiba-tiba salah satu benang laba-laba itu putus mengakibatkan laba-laba itu terjatuh. Meskipun terjatuh, laba-laba itu tetap memanjat lagi. Bukan hanya sekali laba-laba itu terjatuh. Laba-laba itu sempat beberapa kali terjatuh, tetapi ia tidak menyerah menuntaskan pekerjaannya. Dan, pada akhirnya ia berhasil membangun sarangnya dengan sempurna.

Melihat laba-laba itu terjatuh berkali-kali lalu bisa bangkit lagi, Sang Raja kemudian berpikir, "Jika laba-laba kecil itu dapat menghadapi kegagalan dengan berani, mengapa aku harus menyerah dengan mudah. Aku akan melakukan segala yang kubisa sampai memenangkan pertempuran." Usaha laba-laba itu dalam membangun sarang telah memberikan semangat dan keberanian baru pada diri Sang Raja.

Sang Raja keluar dari tempat persembunyiannya. Dia lalu mengumpulkan semua tentara terhebatnya. Dia mencoba menyerang kembali negeri yang ingin direbutnya. Namun, dia kalah lagi. Tetapi, sekarang ia tidak langsung menyerah dan bersembunyi. Dia terus mencoba sampai akhirnya ia berhasil merebut kembali negerinya dari tangan seorang penguasa. Sang Raja telah berhasil memulihkan kerajaannya. Semua ini berkat laba-laba kecil. Laba-laba kecil itu telah mengajarkan Sang Raja bahwa usaha yang keras dengan terus-menerus adalah kunci keberhasilan.

Tuesday, January 14, 2014

Membuat Anak Terhindar Dari Penyakit

Di Indonesia awal tahun baru seringkali disambut oleh cuaca hujan. Hujan deras yang sering turun, lalu disertai angin kencang dapat membuat orangtua resah terhadap kesehatan anak. Ketika musim hujan, batuk pilek adalah penyakit yang sering diderita oleh orang-orang. Dalam skala ringan, batuk pilek mungkin tidak terlalu mengganggu. Tetapi, bila sudah dalam skala parah seperti disertai demam, tentu sudah saatnya mendapat perawatan serius.

Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Apa yang perlu dilakukan agar anak tetap fit meskipun cuaca hujan lebat? Tentu yang pertama, jangan biarkan anak berlama-lama bermain hujan. Ketika anak sudah terlanjur basah kuyup, gantilah secepatnya pakaian anak dengan pakaian kering.

Agar dapat terhindar dari penyakit, orangtua perlu meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh anak. Orangtua seringkali salah berpikir: bermain hujan dapat membuat anak jadi sakit. Padahal, belum tentu. Dengan memiliki imun atau daya tahan tubuh yang baik, anak tidak akan mudah cepat sakit meski tersiram air hujan berlama-lama.

Untuk meningkatkan daya tahun tubuh anak, kunci pertamanya adalah pada makanan. Agar daya tahan tubuh tetap terjaga, anak perlu mendapat banyak asupan makanan kaya protein tinggi. Contoh makanan kaya protein, yaitu ikan, ayam, susu, dan telur. Yoghurt juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Bagaimana bila anak sudah terlanjur batuk dan pilek? Jika anak sudah terlanjur batuk, cobalah mengkonsumsi madu. Madu dipercaya efektif untuk mengurangi batuk. Sementara itu, untuk dapat mengurangi gejala pilek, cobalah meminum sop ayam.

Selain makanan, adalah tidur atau istirahat, kunci kedua meningkatkan daya tahan tubuh. Anak yang kurang tidur sangat mudah terkena batuk dan pilek. Jika anak sudah terlihat tidak enak badan, jangan ragu meminta anak lebih banyak beristirahat. 

Inilah tips kecil dari Kidtozz untuk menyiasati anak agar terhindar dari penyakit selama musim hujan.