Wednesday, August 28, 2013

Alasan Anak Berbohong

Sumber gambar: www.multiplemayhemmamma.com
Berbohong adalah salah satu cara manusia untuk melindungi dirinya dari ancaman atau hukuman, atau mendapat perhatian, atau ingin mencelakakan orang lain. Berbohong adalah bagian normal dari perkembangan manusia. Maka, tak heran, anak-anak sudah mengerti dengan sendirinya yang namanya berbohong.


Ada beberapa alasan anak-anak mengutarakan kebohongan:

1. Belum dapat membedakan realitas dan fantasi
Anak-anak masih imajinatif, terutama mereka yang masih usia prasekolah (2-7 tahun). Seorang anak yang bermimpi ingin memiliki anjing bisa saja menceritakan bahwa dia punya seekor anjing di rumah kepada kawan-kawannya padahal sebenarnya tidak ada. Anak mungkin menganggap ucapannya itu bukan kebohongan.


Anak-anak usia prasekolah masih kesulitan membedakan hal-hal yang nyata dengan yang fantasi. Ketika anak mulai masuk ke usia sekolah dasar, anak-anak baru mulai mengerti perbedaan antara imajinasi dan kenyataan. Pada usia ini, anak juga sudah dapat merasa bersalah bila mengatakan hal yang tidak benar.

2. Menyenangkan hati orang lain
Anak-anak berbohong demi membuat orang lain senang. Contoh kasus, guru bertanya kepada anak, "Apakah PR-nya sudah dikerjakan?" Mungkin anak akan menjawab, "Iya." Anak melakukannya semata-mata demi mendapatkan pujian. Pada kasus ini, anak-anak mengucapkan kebohongan karena mereka pikir kebohongan adalah sesuatu yang dapat membawa kebaikan.

3. Menghindari hukuman
Anak-anak sangat takut terhadap hukuman. Mereka khawatir dengan apa yang akan mereka dapatkan saat mereka ketahuan berbuat sesuatu yang salah. Anak berbohong untuk melindungi mereka dari hukuman.

Monday, August 26, 2013

Honest Boy

Kidtozz menemukan sebuah video lagu sederhana tapi bagus dalam mengajarkan pentingnya kejujuran. Yuk, ditonton sama-sama.


Lagu Honest Boy diciptakan dan dinyanyikan oleh Kak Zepe, seorang pencipta lagu anak-anak.

Friday, August 23, 2013

Pinokio

Ini adalah kisah seorang boneka kayu yang akhirnya menjelma menjadi manusia. Bagaimana kisahnya? Mari kita ikuti....

Di suatu kota, ada sebuah toko milik Kakek Gepeto pembuat boneka. Suatu hari, Kakek Gepeto menciptakan boneka kayu. “Alangkah senangnya kalau boneka manis ini menjadi seorang anak.” Setelah Kakek Gepeto berbisik demikian, terjadi satu keajaiban.

“Selamat siang, Papa.” Boneka itu berbicara dan mulai berjalan.

Dengan amat gembira, Kakek Gepeto berkata, “Mulai hari ini, engkau anakku. Kau kuberi nama Pinokio. Agar kau menjadi anak pintar, besok kau mulai sekolah, ya!”

Keesokan paginya, Kakek Gepeto menjual pakaiannya dan dengan uang itu ia membelikan Pinokio sebuah buku ABC. “Belajarlah baik-baik dengan buku ini!”

“Terima kasih, Papa. Aku pergi sekolah dan akan belajar dengan giat.”

“Hati-hati ya!” pesan Kakek Gepeto.

Tetapi dari arah yang berlawanan dengan sekolahnya terdengar suara, drum, dum, dum, dum. Ketika Pinokio mendekat ternyata itu adalah tenda sandiwara boneka. Pinokio lalu menjual buku ABC-nya, membeli karcis dengan uang itu dan masuk ke dalam. Di dalam tenda sandiwara, sebuah boneka anak perempuan akan telah dikepung prajurit berpedang.

“Lihat! Jahat sekali prajurit itu,” kata Pinokio. Pinokio lalu naik ke panggung dan menerjang boneka prajurit. Tali boneka itu putus dan jatuhlah boneka itu. Pemilik sandiwara yang marah segera menangkap Pinokio dan akan melemparnya ke api.

“Maafkan aku. Kalau aku dibakar, kasihan Papa yang sudah tua. Aku berjanji pada Papa untuk belajar di sekolah dengan rajin", kata Pinokio.

Karena iba, pemilik sandiwara melepaskan Pinokio dan memberinya beberapa keping uang. “Gunakan uang ini untuk membeli buku-buku pelajaranmu,” kata pemilik sandiwara tersebut.

Kemudian Pinokio pergi untuk membeli buku-buku baru. Tetapi di tengah jalan, Rubah dan Kucing yang melihat Pinokio memiliki banyak uang memiliki rencana jahat. Mereka lalu menyapa Pinokio dengan ramah, “Selamat siang, Pinokio yang baik. Kalau uang emas itu bertambah banyak, pasti Papamu lebih senang, ya!”

"Bagaimana cara menambah uang emas ini?” tanya Pinokio.

“Gampang. Kau bisa menanamnya di bawah pohon ajaib. Lalu tidurlah, maka pada saat kau bangun nanti, pohon itu akan berbuah banyak sekali uang emas.”

Kemudian Pinokio diantar oleh Rubah dan Kucing, menanam uang emasnya di bawah pohon ajaib. Ketika Pinokio mulai tidur siang, Rubah dan Kucing menggali uang emas itu dan menggantung Pinokio di pohon. Setelah itu mereka pergi.

"Tolong!” teriak Pinokio ketika sudah bangun dari tidurnya dan mengetahui dirinya tergantung di sebuah pohon.

Seorang Peri Biru yang melihat keadaan Pinokio, mengutus burung elang untuk menolongnya. Burung elang membawa Pinokio dengan paruhnya, dan membawanya ke ruangan di mana Peri Biru telah menunggu. Peri Biru menidurkan Pinokio di tempat tidur dan memberinya obat.

Sesudah minum obat, Peri Biru bertanya, “Pinokio, mengapa kau tidak pergi ke sekolah?”

“Hmm... di jalan, aku menjual bukuku untuk anak miskin yang kelaparan dan membelikannya roti karena itu aku tidak bisa pergi ke sekolah," jawab Pinokio berbohong. 




Tiba-tiba saja “syuut” hidung Pinokio mulai memanjang. “Pinokio! Kalau kau berbohong, hidungmu akan memanjang sampai ke langit," kata Peri Biru.

“Maafkan aku. Aku tak akan berbohong lagi.” Pinokio meminta maaf. Peri Biru tersenyum, dan memerintahkan burung pelatuk mematuki hidung Pinokio, mengembalikannya ke bentuk semula.

“Ayo cepat kembali ke rumah, dan belajar ke sekolah!” kata Peri Biru.

Di tengah perjalanan pulang, Pinokio bertemu dengan kereta dunia bermain. Pinokio tidak bisa menahan diri untuk tidak naik. Pinokio telah lupa akan janjinya pada Peri Biru. Setiap hari ia hanya bermain-main saja.

Pada suatu hari, Pinokio terkejut melihat wajahnya yang terpantuk di permukaan air. “Ah! Telingaku jadi telinga keledai! Aku pun berbuntut!” teriaknya. Ternyata anak-anak lain pun telah menjadi keledai. Akhirnya Pinokio pun menjadi seekor keledai dan dijual ke sirkus. Pinokio telah melanggar janjinya kepada Peri Biru, maka ia mendapat hukuman.

Setiap hari ia dipecut, dan harus melompati lingkaran api yang panas. Walaupun takut, Pinokio tetap meloncat. Akhirnya ia terjatuh sampai kakinya patah. Pemilik sirkus menjadi marah. “Keledai dungu! Lebih baik dibuang ke laut.”

Kemudian Pinokio dilempar ke laut. Blup, blup, blup. Pinokio tenggelam ke dasar laut. Ikan-ikan datang menggigitnya. Lalu kulit keledai terlepas.

“Terima kasih ikan-ikan,” kata Pinokio.

Sebenarnya Peri Biru melihat bahwa Pinokio telah menyadari kesalahannya dan memerintahkan ikan-ikan untuk menolongnya. Sambil berenang, Pinokio berjanji dalam hati, “Kali ini setelah aku pulang ke rumah aku akan ke sekolah dan belajar dengan giat. Aku juga akan membantu pekerjaan di rumah dan menjaga Papa.”

Pada saat itu, seekor ikan hiu besar datang mendekat dengan suara yang menyeramkan.

“Haaa…. Tolong.” Pinokio ditelan oleh ikan hiu yang besar itu. Di dalam perut hiu segalanya gelap gulita. Tetapi di kejauhan terlihat seberkas sinar. Ternyata itu adalah Kakek Gepeto!

"Papa!”

“Pinokio!”

Mereka berdua saling berpelukan.

“Aku pergi ke laut untuk mencarimu, dan aku ditelan hiu ini. Tapi ternyata di sini aku bertemu denganmu. Untung kita selamat!" seru Kakek Gepeto.

"Ayo, kita keluar dari sini!” kata Pinokio.

“Badanku sudah lemah. Kau saja yang pergi,” kata Kakek Gepeto.

“Aku tidak mau kalau tidak bersama-sama Papa,” kata Pinokio.

Ketika ikan hiu sedang tidur, Pinokio melarikan diri dari mulut hiu dengan menggendong Kakek Gepeto di punggungnya.Dengan sekuat tenaga ia berenang sampai akhirnya tiba di pantai. Mereka menyewa sebuah pondok petani terdekat. Sambil merawat Kakek Gepeto, Pinokio bekerja setiap hari. Akhirnya Kakek Gepeto menjadi sehat kembali.

“Pinokio, karena kaulah aku jadi sehat seperti ini. Terima kasih ya!”

"Papa, mulai sekarang aku akan lebih menurut lagi.”

Tiba-tiba saja sekeliling mereka menjadi bersinar terang.

”Pinokio, kau telah menjadi seorang anak yang baik.” Peri Biru muncul dan mengubah Pinokio si boneka kayu menjadi seorang anak manusia.


Dongeng dari Italia

Boneka kayu saja mau belajar jadi manusia yang baik. Bagaimana dengan adik-adik?

Wednesday, August 21, 2013

Menanamkan Kejujuran Pada Anak

Bagaimana mungkin kita sebagai orangtua menanamkan kejujuran kepada anak-anak, sementara kita juga masih sering berbohong? Misalnya, hal yang sederhana seperti mengiming-imingi anak hadiah, tetapi tidak kita kabulkan sebenarnya tidak ada bedanya dengan sebuah kebohongan.

Banyak sekali perilaku buruk yang berawal dari ketidakjujuran, seperti menipu teman, berbuat curang, menyontek atau  menutupi kesalahan. Begitu pentingnya kejujuran sehingga sejak dini anak-anak harus ditanamkan nilai-nilai kejujuran.

Adalah orangtua di rumah dan guru di sekolah sebagai kedua figur yang berperan besar dalam memupuk nilai kejujuran. Namun, seperti tertulis kalimat di awal tulisan ini, kadangkala kita sebagai orang tua masih suka tidak sengaja membohongi anak. Memang jujur semudah dibicarakan, tetapi sulit diterapkan. Namun, bukan berarti kita tidak bisa membiasakan anak-anak kita untuk jujur.

Jangan Membohongi Anak
Bila kita menjanjikan anak-anak sesuatu, misalnya hadiah saat ia meraih ranking 1, patuhilah janji itu. Begitu pun guru di sekolah, bila memang menjanjikan sesuatu, penuhi janji itu. Jangan malah tidak dikabulkan, yang pada gilirannya berujung pada kebohongan. Anak-anak bisa saja belajar dari kebohongan ini. Kelak saat mereka dewasa, mereka bisa memakai cara yang sama. Maka, orangtua atau guru perlu berhati-hati dalam mengucap janji. Bila memang tidak bisa menjanjikan, sebaiknya tak menjanjikan apa pun.

Jangan Marahi Anak yang Berbohong
Kadang mungkin kita sudah menangkap basah anak-anak kita telah melakukan sesuatu yang tidak jujur. Jangan langsung menghardik anak sebagai pembohong. Hal ini justru membuat mereka takut untuk jujur. Mereka akan belajar lebih keras untuk mencari cara menutupi kesalahan. Tetapi, cara-cara lain yang lebih halus, seperti pertanyaan. Misal, saat kita tahu anak-anak kita membuat PR dengan menyalin jawaban teman, katakanlah, "Nak, apakah kamu bisa menjelaskan dari mana kau mendapatkan jawaban ini?" Mungkin selanjutnya anak akan kebingungan atau memberikan jawaban yang kurang jelas. Kita bisa beri pertanyaan lanjutan, "Nak, apakah kamu mendapatkan jawaban ini dari temanmu?" Jadi, daripada langsung melabeli anak sebagai pembohong, baiknya kita coba dorong anak untuk berterus terang sendiri.

Jelaskan Pentingnya Kejujuran
Jelaskan dengan bahasa sederhana kepada anak-anak bahwa kejujuran itu penting. Salah satunya adalah mudah mendapatkan teman.

Memberikan Penghargaan Atas Kejujuran
Bila anak mengakui dengan jujur kesalahan yang ia perbuat, beri penghargaan. Acungi jempol. Berilah pujian, bahwa anak kita telah melakukan tindakan yang terpuji, bukan sebaliknya malah tambah keras kepada anak-anak kita.

Berikan Bacaan Tentang Kejujuran
Mengajari anak tentang kejujuran juga dapat melalui bacaanm atau buku cerita. Salah satu dongeng terkenal, yaitu Pinokio menceritakan secara persis bagaimana ketidakjujuran tidaklah membawa berkat.

Monday, August 19, 2013

Tanah Airku

Baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68. Wah, sudah 68 tahun negara kita berdiri. Sebagai anak-anak Indonesia, kita harus cinta dengan Indonesia. Karena para pahlawan sudah berjuang melawan penjajah dan memerdekakan bangsa kita. Sudah sepatutnya, kita rawat dan jaga negeri ini. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Nah, Kidtozz kali ini mau bagikan video lagu tentang mencintai tanah air. Mari dengarkan sama-sama..




Lirik:
Tanah airku tidak kulupakan
'Kan terkenang selama hidupku

Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu

Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai

Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku merasa senang

Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Lagu Tanah Airku ciptaan Sarijdah Niung Bintang Soedibjo atau yang lebih dikenal dengan nama Ibu Soed. Lagu Tanah Airku dinyanyikan oleh anak-anak Akademi Fantasi Indosiar (AFI) Junior tahun 2005. AFI Junior merupakan program pencarian bakat menyanyi untuk anak-anak yang pernah ditayangkan di Indosiar.

Friday, August 16, 2013

Legenda Danau Toba

Di suatu desa di wilayah Sumatera Utara hiduplah seorang petani bernama Toba. Pak Tona adalah petani yang tekun bekerja dan bersahaja. Ia tinggal sendirian, meskipun sudah saatnya ia berkeluarga.

Di suatu pagi, Pak Toba pergi memancing ikan di sungai. Tak disangka, ia mendapatkan ikan yang besar. Ikan itu juga memiliki sisik yang berwarna kuning keemasan.


Pak Toba sangat takjub melihat keindahan ikan itu. Pak Toba sudah berpikir bahwa ikan tersebut pasti terasa lezat untuk disantap. Namun, tiba-tiba saja ikan itu berteriak, "Tolong, aku mohon engkau jangan bunuh aku! Bawalah aku ke rumah dan tinggalkan aku sendirian dan engkau akan mendapat keberuntungan!"



Pak Toba terkejut mendengar suara merdu yang keluar dari mulut si ikan. Karena ia percaya dengan perkataan si ikan, Pak Toba lalu membawa pulang ikan tersebut dan meletakkannya di dalam tempayan yang berada di dapur.

Keesokan harinya, Pak Toba heran sekali karena melihat begitu banyak koin emas di dapurnya. Sementara itu, ikan tangkapannya telah lenyap dari tempayan. Ketika Pak Toba masuk ke kamarnya, ia sangat terkejut melihat seorang gadis cantik berdiri di hadapannya.

"Jangan takut. Aku bukan setan. Aku adalah puteri jelmaan ikan," kata gadis itu.

Gadis itu juga menjelaskan bahwa koin-koin emas berasal dari sisiknya. Gadis itu mengucapkan terima kasih banyak ke Pak Toba karena tidak jadi membunuhnya.

"Bila engkau punya keinginan, katakan saja. Aku bersedia mengabulkannya," lanjut perkataan gadis itu.

Pak Toba telah lama hidup sendirian. Ia mengatakan bahwa keinginannya adalah memiliki seorang istri. Gadis itu mengabulkan keinginan Pak Toba dan bersedia menjadi istrinya. Namun, gadis itu meminta Pak Toba berjanji untuk tidak boleh menceritakan asal-usul bahwa dirinya adalah puteri jelmaan ikan. Bila janji itu dilanggar, maka dapat terjadi bencana yang dahsyat. Pak Toba bersedia menepati janji itu.



Setelah menikah, Pak Toba dan si gadis dikaruniai seorang putera bernama Samosir. Samosir tidak seperti Pak Toba yang rajin. Ia tumbuh menjadi lelaki yang pemalas. Samosir juga memiliki kebiasaan yang aneh, yaitu mudah lapar. Akibatnya, ia menjadi anak yang rakus. Tabiat Samosir ini seringkali membuat jengkel Pak Toba. Namun, Ibunya selalu mengingatkan Pak Toba untuk bersabar.

Pada suatu hari Samosir diminta Ibunya untuk mengantarkan makanan untuk Ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun, karena di tengah jalan Samosir kelaparan, ia malah menghabiskan makanan tersebut.

Ketika Pak Toba hanya menerima makanan sisa dari Samosir, meledaklah amarah Pak Toba.

"Dasar anak tak tahu diuntung! Tidak tahu diri! Dasar anak ikan," umpat Pak Toba sembari menjewer telinga Samosir. Pak Toba tanpa sadar telah mengucapkan kata yang seharusnya tak boleh disebut.



Samosir pulang ke rumah tersedu-sedu melapor apa yang diperbuat Ayahnya kepada Ibunya. Ibunya sedih sekali mendengar Pak Toba telah melanggar janjinya bahwa ia tak boleh menyebut asal-usul dirinya.

Si gadis meminta Samosir cepat-cepat menuju ke daratan yang tinggi karena sebentar lagi akan muncul bencana besar akibat Ayahnya ingkar janji. Benar saja, tiba-tiba meluap air yang sangat deras yang menenggelamkan seluruh desa, termasuk rumah Pak Toba. Pak Toba sendiri hanyut dibawa luapan air dan hanya bisa menyesali janji yang telah dilanggarnya. Si gadis terjun ke dalam air dan kembali menjelma menjadi seekor ikan.

Luapan air itu semakin lama semakin luas sehingga membentuk sebuah danau yang kemudian diberi nama Danau Toba. Sementara itu, daratan tinggi, tempat di mana Samosir menyelamatkan diri membentuk sebuah pulau yang lalu diberi nama Pulau Samosir.

Dongeng dari Indonesia (daerah Sumatera Utara)
Sumber gambar: folktalesnusantara.blogspot.com

Wednesday, August 14, 2013

Manfaat Anak Ikut Bimbingan Belajar

Dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, terkadang siswa tidak selalu bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Karena jumlah siswa yang banyak dalam satu kelas, membuat guru di sekolah guru tidak bisa fokus mendampingi atau memantau proses belajar siswa satu per satu. Dalam suasana kelas besar, siswa bisa saja malu bertanya. Mungkin takut diledek oleh teman sekelasnya. Teman yang berisik atau mengganggu juga dapat menghambat penyerapan materi belajar.

Bimbingan belajar (bimbel) menjadi alternatif orangtua agar anak-anak mereka dapat mengikuti materi pelajaran tanpa takut tertinggal. Lalu, apa sajakah manfaat memasukkan anak ke dalam bimbel?

1. Mengulang materi
Prinsip belajar adalah mengulang. Bimbel pada umumnya mengulang materi ajar di sekolah. Hal ini membantu siswa mengingat-ingat yang telah dipelajari di sekolah

2. Membantu memeriksa pekerjaan rumah (PR)
Seringkali ada kekhawatiran orangtua bahwa PR anak tidak dikerjakan dengan baik. Guru-guru di bimbel dapat mengatasi kekhawatiran ini dengan membantu memeriksa hasil PR anak. Guru-guru di bimbel juga dapat membantu siswa yang menemui soal yang sulit di PR-nya.

3. Persiapan belajar saat menghadapi ulangan
Guru-guru di bimbel dapat membantu siswa dalam persiapan menghadapi ulangan. Bimbel yang baik memiliki bank soal yang dapat digunakan untuk mengecek kesiapan siswa.

4. Suasana nyaman
Siswa dapat bertanya tanpa perlu takut atau malu. Suasana kelas bimbel yang tidak sekaku dan jarak guru-siswa yang tidak terlalu jauh membuat siswa dapat nyaman mengutarakan persoalannya. Guru juga dapat menindaklanjuti secara langsung siswa yang lemah dalam materi-materi tertentu.

5. Menambah wawasan
Ada juga bimbel yang memberikan materi tambahan. Bimbel juga dapat memberikan tambahan wawasan kepada siswa.

6. Menambah relasi
Kelas di bimbel tidak selalu dari teman-teman sekolah. Maka, anak yang masuk ke bimbel dapat memiliki teman-teman baru. Tentu ini memperluas pergaulan anak.

Di Jakarta, ada beragam bimbel yang tersedia. Bimbel yang baik adalah bimbel yang bisa memberikan manfaat bagi siswa dan orangtua. Untuk itulah, Kidtozz memiliki semboyan Kids Tutoring Partner. Kidtozz ingin sekali dapat menjadi mitra (partner) orangtua dalam mendidik anak.

Anak Bapak/Ibu mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah. Jangan biarkan putra-putri Bapak/Ibu gagal dalam belajar. Kami, Kidtozz, dengan sangat terbuka menerima kehadiran putra-putri Bapak/Ibu untuk memberikan pendampingan belajar yang maksimal demi kebaikan putra-putri Bapak/Ibu.

Bergabunglah bersama kami. Kami memiliki sejumlah program belajar yang menarik demi pertumbuhan dan perkembangan belajar putra-putri Bapak/Ibu.

Thursday, August 8, 2013

Selamat Idul Fitri 1434 H

Segenap manajemen Kidtozz mengucapkan Selamat Idul Fitri 1434 Hijriyah.

Kiranya di hari yang fitri ini, semoga semua insan dapat terlahir menjadi pribadi yang lebih baik

Sumber Gambar: www.keepcalm-o-matic.co.uk

Wednesday, August 7, 2013

Si Kodok

Wah, pada liburan ke mana nih dear parents and kids? Atau mungkin ada yang balik ke kampung halaman alias mudik? Selama berlibur, Kidtozz tidak bosannya memperdengarkan lagu kanak-kanak yang lucu-lucu.

Kalau yang lagi di kampung halaman, coba lihat ada kodok, semut, kambing, dan tokek tidak? Tahukah kalian, mereka semua itu bersahabat lho. Kalau tidak percaya, coba deh dengarkan lagu yang dinyanyikan boneka Suzan bersama Kak Ria Enes.


Lagu Si Kodok dinyanyikan oleh Ria Enes dan Suzan. Lagu ini populer pada tahun 1993.

Friday, August 2, 2013

Kiat Mengatasi Kemalasan Anak

Sumber Gambar: www.dreamstime.com
Pekan ulangan sudah mau dekat, Pekerjaan Rumah (PR) semakin bertumpuk, tetapi anak malas membuka buku pelajaran atau mengerjakan PR mereka. Anak lebih suka bermain game atau menonton TV. Bagi sebagian anak, belajar memang bukan kegiatan yang menyenangkan. Hal ini membuat anak menjadi malas belajar. Memarahi atau mengomeli anak yang malas bukanlah solusi yang tepat. Bisa saja anak menjadi tergerak untuk belajar, namuan hanya semata-mata karena menghindari amarah orangtua.

Menyalahi anak yang malas juga tidak baik. Bukannya memberikan motivasi, malah justru dapat menanamkan pola pikir kepada anak bahwa "aku memang anak malas". Anak yang merasa dirinya dicap seperti itu dapat kehilangan kepercayaan dirinya dan semangat untuk belajar. Anak akan berpikir bahwa dirinya tidak perlu bersusah payah untuk belajar, karena hasilnya akan sama saja. Padahal, sesungguhnya rajin pangkal pandai. Tidak mungkin seseorang bisa mendapat hasil belajar yang baik bila dia tidak mengembangkan sikap kerajinan.

Di bawah ini ada sejumlah kiat untuk mengatasi kemalasan anak:
  1. Untuk mengatasi kemalasan anak, orangtua harus dapat memberi pengertian dan menanamkan kesadaran kepada anak bahwa belajar adalah penting untuk masa depan mereka.
  2. Dampingi anak belajar di rumah. Meski anak sudah belajar di sekolah, orangtua tetap perlu memantau dan mengawasi anak belajar di rumah, terutama menjelang pekan ulangan.
  3. Ciptakan ruangan belajar yang baik dan kondusif. Tentu tidak baik bila saat anak belajar, di dekat anak ada TV yang menyala. TV dapat mengalihkan konsentrasi belajar anak. Begitu pun dengan mainan, komputer, ponsel dapat mengalihkan perhatian anak. Saat anak belajar atau mengerjakan PR, pastikan anak jauh dari jangkauan TV, ponsel, komputer, atau mainan.
  4. Buat kesepakatan dengan anak mengenai waktu belajar dan mengerjakan PR. Misalkan, sesudah pulang sekolah, anak boleh bermain sebentar dan beristirahat. Namun, sebelum atau sesudah makan malam, adalah waktunya belajar. Anak tidak diperkenankan bermain lagi atau menonton TV sebelum selesai belajar atau mengerjakan PR. Aturan ini mesti ditegakkan secara konsisten. Hal ini gunanya agar anak terdidik memiliki kebiasaan belajar yang baik.
  5. Bila anak melanggar waktu belajar, berikan sanksi seperti tidak boleh jalan-jalan, pengurangan uang jajan, dan lain sebagainya. Aturan ini juga mesi ditegakkan secara konsisten.
  6. Tidak semua anak terlahir dengan intelektual yang tinggi. Orangtua harus sadar dengan kemampuan belajar anak. Tetap beri apresiasi atau pujian jika ada peningkatan hasil belajar anak sekalipun hasilnya belum cukup memuaskan. Lebih jauh lagi, berikan hadiah yang menarik kepada anak bila anak dapat menunjukkan hasil belajar sesuai harapan orangtua.
  7. Dengarkan keluhan anak. Orangtua harus terbuka menanyakan mengapa anak sampai dapat malas belajar. Lalu, setelah mengetahui persoalannya, bantulah mengatasinya dan berikan motivasi agar anak kembali semangat belajar.