Friday, June 28, 2013

Bawang Merah dan Bawang Putih

Alkisah, di sebuah desa, tinggallah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang gadis cantik dan baik hati bernama Bawang Putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Namun, suatu hari Ibu Bawang Putih meninggal dunia. Ayah Bawang Putih merasa sedih, begitu juga Bawang Putih.

Tetapi, kesedihan Ayah Bawang Putih tidak berlangsung lama. Ayah Bawang Putih memutuskan menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki seorang putri bernama Bawang Merah. Jadi, Bawang Putih sekarang memiliki seorang ibu tiri dan saudara tiri.

Sayangnya, sifat ibu tiri dan saudara tiri Bawang Putih tidak seperti dirinya. Jika Bawang Putih adalah seorang gadis yang rajin, jujur, sederhana, dan baik hati, tidak demikian dengan Bawang Merah dan ibunya. Bawang Merah adalah gadis yang serakah, bermalas-malasan, suka bermewah-mewahan, dan sering berperilaku kasar kepada Bawang Putih. Sifat Ibu Tiri juga tidak jauh berbeda dengan Bawang Merah. Ibu Tiri juga suka bermalas-malasan dan berperilaku kasar kepada Bawang Putih.

Karena lebih sayang dengan putri kandungnya, Bawang Merah, Ibu Tiri suka menyuruh Bawang Putih mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci, memasak, dan membersihkan rumah. Hal ini tentu saja tidak diketahui oleh Ayah Bawang Putih sampai Sang Ayah meninggal dunia. Malahan, sesudah Ayah Bawang Putih meninggal dunia, perilaku Ibu Tiri dan Bawang Merah semakin menjadi-jadi.

Bawang Putih adalah seorang gadis yang sabar. Ia tidak pernah mengeluhkan nasib buruk yang menimpanya. Ia tetap mengerjakan tugas rumah tangga dengan senang hati. Di suatu pagi, Bawang Putih sedang mencuci pakaian Ibu Tiri dan Bawang Merah di pinggir sungai. Setelah selesai mencuci, Bawang Putih baru menyadari ada satu helai pakaian yang dibawa hanyut oleh arus sungai. Bila pakaian itu tidak ditemukan, ia tentu akan dimarahi oleh Ibu Tiri dan Bawang Merah. Bawang Putih lalu pergi mencari pakaian itu.

Bawang Putih terus berusaha mencari pakaian yang hilang itu. Namun, setiap kali bertanya kepada orang yang ia temui di sepanjang sungai, tidak ada satu pun yang menjawab pernah melihat pakaian yang hanyut tersebut. Bawang Putih tidak mau cepat putus asa. Ia masih terus mencari hingga ia menemukan sebuah gua yang terletak tidak jauh dari sungai. Di dalam gua itu, rupanya hiduplah seorang nenek tua.

"Nek, apakah nenek melihat pakaian yang terbawa sungai?" tanya Bawang Putih kepada si nenek.
"Ya, saya melihatnya. Sayang sekali, padahal saya menyukai pakaian itu. Begini saja. Saya akan kembalikan pakaian itu kepadamu, asalkan ada satu syaratnya, yaitu kamu harus membantu pekerjaanku di sini," pinta si nenek.

Karena sudah terbiasa mengurus pekerjaan rumah tangga, Bawang Putih menyanggupi permintaan nenek. Ia mulai merapikan dan membersihkan gue si nenek. Nenek tua itu puas dengan hasil pekerjaan Bawang Putih. Sesuai janjinya, nenek tua itu mengembalikan pakaian milik Bawang Putih. Tidak hanya itu, si nenek juga memberikan hadiah. "Nak, ini ada dua buah labu. Labu besar dan labu kecil. Kamu boleh memilih salah satu di antara keduanya." Karena Bawang Putih bukan gadis yang serakah, ia memutuskan mengambil labu yang kecil untuk dibawa pulang.

Sesampai di rumah, Bawang Putih langsung dimarahi oleh Ibu Tiri dan Bawang Merah karena terlambat pulang. Lalu, Bawang Putih memperlihatkan labu kecil yang dibawanya. Amarah Ibu Tiri dan Bawang Merah segera lenyap setelah mengetahui isi dari labu tersebut. Dengan ajaib, saat labu itu dibelah, keluarlah sejumlah emas dan permata. Mereka semua terkejut. Ibu Tiri menanyakan kepada Bawang Putih dari mana ia mendapatkan labu ajaib itu. Bawang Putih kemudian menceritakan dengan jujur kejadian selengkapnya, dimulai dari pakaian yang hanyut sampai membantu si nenek tua.

Karena diliputi perasaan serakah, Ibu Tiri meminta Bawang Merah mencoba mengikuti apa yang dilakukan Bawang Putih. Keesokannya, Bawang Merah dengan sengaja menghanyutkan salah satu pakaiannya ke sungai. Ia lalu berjalan di sepanjang sungai dan bertanya kepada orang-orang tentang pakaian yang hanyut tersebut. Singkat cerita, Bawang Merah juga menemukan gua si nenek tua. Seperti halnya kepada Bawang Putih, si nenek tua meminta Bawang Merah membantu pekerjaan si nenek bila mau pakaiannya dikembalikan. Tetapi, Bawang Merah mengerjakannya dengan tidak senang hati. Bawang Merah lebih suka bermalas-malasan. Ketika Bawang Merah selesai membantu si nenek, si nenek tidak mau menyerahkan labu kepadanya karena tidak puas dengan hasil pekerjaan Bawang Merah. Bawang Merah dengan marah memaksa si nenek menyerahkan salah satu labu kepadanya.

Si nenek dengan perasaan terpaksa memperlihatkan labu besar dan labu kecil di hadapannya. Bawang Merah dengan cepat memilih labu besar dengan anggapan labu besar pasti memiliki isi emas dan permatanya lebih banyak. Pulanglah Bawang Merah dengan perasaan gembira sambil memperlihatkan labu besar itu ke hadapan Ibunya. Mereka sudah membayangkan emas dan permata yang banyak yang akan mereka dapatkan. Apa yang terjadi saat labu besar itu dibelah? Bukan emas dan permata yang keluar, melainkan hewan-hewan berbisa, seperti kelabang dan ular. Hewan-hewan berbisa itu lalu menyerang Bawang Merah dan Ibu Tiri dan menyebabkan mereka tewas seketika. 

Dongeng dari Indonesia

Wednesday, June 26, 2013

Berlibur Sambil Menambah Wawasan Yuk

Bila selama ini menghabiskan liburan bersama anak ke mal, mengapa tidak sekali-kali mencoba alternatif lain, yaitu berlibur sambil menambah wawasan. Ada sejumlah tempat wisata di kota Jakarta yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak dan kita sebagai orangtua. Berikut di antaranya:

1. Taman Mini Indonesia Indah
Teater IMAX Keong Mas
sumber gambar: injakarta.com


Mari mengenal budaya Indonesia lebih dekat dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII merupakan kawasan wisata bertemakan budaya terbesar di Indonesia. Lokasinya ada di Jakarta Timur. TMII merangkum kebudayaan bangsa Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tak cukup hanya itu, di TMII juga terdapat sejumlah museum yang memamerkan aneka sejarah, flora, fauna, budaya, dan teknologi di Indonesia. Di tengah-tengah TMII ada sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia yang dapat dilihat dengan menggunakan kereta gantung. Kita juga dapat menonton film dengan layar bioskop berukuran raksasa di Teater IMAX Keong Mas. Sarana rekreasi lain yang dapat dikunjungi antara lain, perahu angsa, kolam renang Snow Bay, dan istana anak-anak Indonesia.

Untuk mengetahui harga masuk TMII, kunjungi link berikut ini http://tamanmini.com/page/tiket

Salah satu anjungan di TMII
Sumber gambar: mostlyjakarta.com
Danau Miniatur Indonesia
sumber gambar: indonesiantourismcenter.blogspot.com

2. Taman Impian Jaya Ancol
Ocean Dream Samudera
sumber gambar: wahw33d.blogspot.com
Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) adalah kawasan wisata di pesisir pantai Ancol, Jakarta Utara. Berbagai macam wisata bertemakan air dapat ditemui di TIJA. Angin laut yang sepoi-sepoi pasti menambah semarak suasana. Bila menyebut Ancol, orang-orang mungkin lebih familiar dengan Dunia Fantasi, wahana bermain terbesar di Indonesia. Padahal, ada objek wisata lain, seperti Sea World, akuarium terbesar Indonesia; Atlantis Water Adventure, wahana wisata bertemakan petulangan air, dan di kolam renangnya, kita bisa berenang sambil merasakan sensasi arus dan ombak seolah berenang di pantai betulan; Ocean Dream Samudera, wahana yang memberikan pertunjukkan hewan, seperti lumba-lumba, anjing laut, dan paus. Di TIJA, juga terdapat Pasar Seni, Kereta Gantung, dan pantai yang dapat dikunjungi.

Untuk mengetahui harga masuk TIJA, kunjungi link berikut ini http://www.ancol.com/daftarharga

Atlantis Water Adventure
sumber gambar: www.flickr.com
Sea World
sumber gambar: infojkt.com


3. Monumen Nasional
Monas
sumber gambar: en.wikipedia.org
Jangan lupakan Monumen Nasional (Monas) jika kalian singgah atau tinggal di Jakarta. Monas merupakan landmark kota Jakarta. Letaknya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Di bagian dasar Monas yang berbentuk cawan, tersimpan rapi diorama (miniatur peraga) yang menggambarkan sejarah Republik Indonesia, dimulai dari zaman prasejarah, zaman kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, masa penjajahan, proklamasi kemerdekaan, hingga masa pemerintahan Presiden Soeharto. Kita juga dapat melihat naskah asli teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang disimpan di ruang kaca, berikut suara Presiden Soekarno saat membacakan teks tersebut. Di pelataran puncak Monas, kita dapat menyaksikan panorama kota Jakarta dari ketinggian 115 meter dengan bantuan teropong. Karena area di sekitar Monas begitu luas, sangatlah cocok digunakan untuk berjalan-jalan santai.

Harga tiket masuk Monas:
Dewasa: Rp 5.000/orang untuk masuk ke cawan dan Rp 10.000/orang untuk ke pelataran puncak
Mahasiswa/pelajar: Rp 3.000/orang untuk masuk ke cawan dan Rp 5.000/orang untuk ke pelataran puncak
Anak-anak: Rp 2.000/orang untuk masuk ke cawan maupun ke pelataran puncak

Diorama Monas
sumber gambar: id.wikipedia.org
Pelataran puncak Monas
sumber gambar: id.wikipedia.org


4. Taman Margasatwa Ragunan
Gajah Sumatera
sumber gambar: commons.wikimedia.org
Ingin melihat lebih dekat singa, harimau, kakaktua, atau gajah? Inilah saatnya mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. TMR merupakan kebun binatang pertama di Indonesia. TMR menyimpan lebih dari 260 jenis satwa dan sekitar 3.000 hewan dari berbagai pelosok di Indonesia maupun mancanegara. Beberapa hewan yang bisa ditemui di sini ada komodo, kuda nil, elang bondol, gajah sumatera, singa, harimau sumatera, aneka reptil dan unggas. Di TMR juga terdapat pusat primata terbesar yang melestarikan hewan primata, seperti gorila, orangutan, simpanse, dll, bernama Pusat Primata Schmutzer. Untuk memasukinya dikenakan biaya tambahan, sekitar Rp 5.000 - Rp 7.500. Terdapat juga sarana bermain anak-anak seperti kereta mini, perahu angsa, bombom car, dengan harga tiket sekitar Rp 3.000 sampai Rp 15.000. Kita juga dapat menunggangi gajah, kuda atau unta untuk berkeliling dengan cukup membayar Rp 5.000 sampai dengan Rp 7.500. Harga tiket masuk ke TMR sekitar Rp 4.000.

Kereta Mini
sumber gambar: jurnal-ap.blogspot.com
Pusat Primata Schmutzer
sumber gambar: www.liburkeluarga.com

Monday, June 24, 2013

Liburan, Saatnya Anak Berkenalan Dengan Lingkungan Baru

Sumber gambar: jakarta.okezone.com
“Libur telah tiba. Horeee….” Begitulah mungkin ungkapan kegembiran anak-anak menyambut liburan. Liburan menjadi hal yang ditunggu-tunggu anak karena liburan berarti waktunya bisa bermain sepuasnya atau waktunya untuk jalan-jalan. Bila selama ini Anda mengisi liburan bersama anak hanya sebatas aktivitas di rumah, tidak ada salahnya kali ini berlibur di luar rumah.

Liburan di luar rumah dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenalkan tempat-tempat baru kepada anak. Gunanya, agar anak dapat mempelajari lingkungan sekitarnya. Selain pengalaman seru yang didapat anak, tentu anak-anak dapat berbagi cerita seru kepada teman-teman mereka nanti saat tahun ajaran baru.

Berikut tips-tips terkait dengan liburan bersama anak di luar rumah:

Rencanakan Anggaran dan Tujuan
Pengeluaran bisa saja membengkak hanya karena berlibur. Sedari awal, maka siapkan jauh-jauh hari anggaran untuk berlibur. Kalau bisa, destinasi atau tujuan liburan juga sudah ditentukan jauh-jauh hari.

Sesuaikan Waktu Kita dengan Anak
Meskipun anak berlibur, bukan berarti orangtua ikut berlibur. Ini adalah saatnya menggunakan waktu cuti Anda untuk dimanfaatkan berlibur bersama anak. Pastikan saat cuti, pekerjaan Anda sudah didelegasikan kepada rekan-rekan Anda. Agar saat berlibur, Anda benar-benar dapat fokus memikirkan waktu yang menyenangkan bersama anak.

Tak Mesti ke Tempat yang Sangat Jauh
Liburan tak mesti ke luar negeri. Di Indonesia banyak sekali tempat-tempat wisata alam yang dapat dikunjungi, seperti pantai, pulau, atau gunung. Bahkan, di dalam kota sendiri pun kita dapat mencari tempat-tempat yang asyik berlibur, semisal museum bersejarah atau kebun binatang. Mengunjungi rumah sanak saudara di kota lain juga dapat dijadikan alternatif. Hitung-hitung selain berlibur, kita menjalin silahturahmi.

Abadikan Momen Liburan Anda
Yup, bawalah kamera saat berlibur. Jangan sampai momen-momen kebersamaan Anda dengan anak terlupakan begitu saja.