Tuesday, November 26, 2013

Petani dan Putra-Putra Malasnya

Hiduplah seorang petani yang bekerja keras di suatu desa. Sayangnya, sifat kerja keras petani ini tidak menurun kepada tiga anaknya. Mereka pemalas meski mereka terlahir dengan badan kuat dan sehat.

Petani ini merasa perlu mengajarkan arti kerja keras kepada ketiga putranya ini. Jadi, petani ini memiliki sebuah ide. Ia memanggil semua anaknya dan berkata, “Putra-putraku, ke mari. Ayah sudah menyimpan harta karun di tanah pertanian kita. Carilah sampai ketemu dan kalian boleh memiliki harta tersebut sesudah menemukan.”

Ketiga putranya mendengar hal itu langsung bergembira. Mereka segera menuju ke ladang dan mulai mencari. Mereka menggali di setiap sudut ladang tersebut.

Petani itu lalu berkata kepada ketiga putranya, “Putra-putraku, kalian sudah membuat tanah di ladang ini berlubang-lubang. Sangat cocok untuk dipakai untuk menanam. Sekarang mari kita bercocok tanam!” Jadi ketiga putra itu mulai bercocok tanam.

Hari demi hari berganti. Seketika, tanaman-tanaman di ladang itu mulai siap dipanen. Putra-putra sang petani terlihat senang. Ayahnya berkata kepada mereka, “Putra-putraku inilah harta karun sesungguhnya yang ingin kuberikan kepada kalian.”

Wednesday, November 13, 2013

Bermain Video Game Ada Manfaatnya Juga Buat Anak

Sumber gambar: www.tophostgames.com
Orangtua seringkali khawatir apabila anaknya bermain video game berlebihan. Sejumlah penelitian memang menyebutkan bermain video game bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan mental anak. Di antaranya masalah yang timbul: Anak bisa saja menirukan perilaku kekerasan dari game yang ia mainkan, anak menjadi kecanduan sehingga mengabaikan waktu belajar dan waktu untuk berinteraksi di lingkungan, anak mengalami penurunan konsentrasi, akademik, dan lain sebagainya.

Asalkan, orangtua dapat membatasi anak dalam bermai video game, sebetulnya ada sejumlah manfaat dari bermain video game:

1. Mengajari anak untuk pemecahan masalah dan kreativitas
Video game mampu mengembangkan kemampuan berpikir anak. Video game umumnya terdiri dari sejumlah level atau taraf kesulitan. Tiap level memiliki tantangan tersendiri. Anak-anak harus mengerti bagaimana cara ia menyelesaikan satu level. Kalau tidak, ia tidak akan dapat melaju ke level berikutnya. Dalam hal ini, kreativitas anak juga akan terasah. Selain itu, bermain video game juga mengajarkan anak untuk berencana dan membuat keputusan.

2. Menambah pengetahuan
Sejumlah video game mengandung muatan sejarah dan kebudayaan. Beberapa video game mengambil nuansa sejarah yang betulan ada, seperti permainan Dynasty Warrior. Jadi, bermain video game bisa mengenalkan kepada sejarah, geografi, kebudayaan, persoalan sosial politik. Selain itu, karena video game kebanyakan berbahasa asing, seperti Inggris dan Jepang. Anak-anak bisa saja terpacu minatnya untuk belajar bahasa Inggris atau Jepang.

3. Membantu mendapatkan teman
Video game yang dimainkan online bisa membantu anak mendapatkan teman-teman baru dari berbagai belahan dunia. Bukan berarti game yang tidak dimainkan online, tidak bisa untuk mendapatkan teman baru. Kecenderungan anak ketika berkumpul bersama adalah membicarakan hobi. Ketika hobi anak sama, yaitu bermain video game, apalagi game yang dimainkan sama, dapat membuat anak-anak bisa saling dekat satu sama lain.

4. Melatih koordinasi mata-tangan
Beberapa jenis video game harus ada kerja sama yang baik antara tangan dan mata untuk dapat menang. Terutama, video game berjenis olahraga atau pertarungan harus lah dimainkan dengan cepat dan tepat.

5. Mengurangi perasaan stres
Bermain video game dapat mengurangi perasaan jenuh atau beban masalah. Bermain video game dapat memberikan efek menyenangkan.

Sesuatu yang baik ketika dilakukan berlebihan tentu menjadi tidak baik lagi. Orangtua harus dapat mengawasi kebiasaan anak bermain video game

Monday, November 4, 2013

Mary Had a Little Lamb

Adik-adik, pernah dengar nama Old MacDonald? Itu lho yang punya berbagai macam hewan di ladangnya. Kalau belum tahu, nonton dulu videonya.

Anak perempuan bernama Mary mungkin tidak memiliki piaraan sebanyak Pak MacDonald, tetapi Mary punya satu ekor anak domba kecil berbulu putih (bahasa Inggris anak domba adalah lamb) yang setia kawan. Ke mana pun Mary pergi, anak dombanya selalu mengikuti dia. Bahkan, ke sekolah sekalipun.

Anak domba Mary membuat teman-teman di sekolah tertawa dan senang. Guru Mary di sekolah mencoba mengusirnya karena membawa anak domba ke sekolah adalah melanggar aturan. Tapi anak domba Mary tidak mau pergi. "Mengapa si anak domba sangat sayang dengan Mary?" tanya anak-anak. "Ya, itu karena Mary juga sangat sayang dengan anak dombanya," jawab Pak Guru.

Begitulah cuplikan kisah Mary Had a Little Lamb. Kalau sudah tahu kisahnya, sekarang saatnya bernyanyi.

Friday, November 1, 2013

Dua Orang Pengembara dan Seekor Beruang


Ada dua orang pengembara yang berteman baik. Pada hari libur mereka pergi ke sebuah hutan. Mereka sedang asyik menikmati pemandangan. Tiba-tiba seekor beruang besar keluar dari semak-semak. Mereka berdua ketakutan.

Salah satu pengembara yang tahu cara memanjat pohon langsung buru-buru memanjat ke sebuah pohon. Dia lupa memikirkan temannya yang tidak tahu cara memanjat.

Temannya yang tidak bisa memanjat berpikir sejenak. Dia pernah mendengar bahwa binatang tidak tertarik dengan hewan atau orang yang sudah mati. Lalu, dia pun berbaring ke tanah dan berpura-pura mati.

Beruang itu lalu mengendus-endus pengembara yang berpura-pura mati itu. Beruang itu mengira bahwa dia sudah mati. Beruang tersebut pun lalu memutuskan pergi.

Pengembara yang di atas pohon kemudian turun dari atas pohon. Kemudian, dia bertanya kepada temannya, “Kelihatannya beruang itu membisik-bisikkan sesuatu ke telingamu. Apa yang dia katakan?”

Temannya yang berbaring itu menjawab, “Iya benar. Beruang itu berkata untuk menjauh dari teman yang tidak peduli dengan temannya yang sedang dalam bahaya.”

Moral cerita ini: Masalah dapat menguji arti persahabatan